Archive for May, 2007

Shoulda Woulda Coulda

Monday, May 7th, 2007

Beberapa bulan yang lalu gue pernah pulang naik angkot yang di Jalan Raya Bogor. It was either 37 or 41, but that’s not what matters. Gak berapa lama tuh angkot jalan ada seorang pengamen, cowok, naik untuk ngamen. And oddly enough, he was acting very polite. Sebelum ngamen dia minta izin segala untuk ngamen ke setiap penumpang yang ada di angkot itu, termasuk gue.

I said "yes", sebagai tanda bahwa gue nggak keberatan dia ngamen. Walaupun sebenarnya gue merasa tidak aman. He didn’t look sincere and unlike a nice person, dan gue sebenarnya juga lagi ogah denger pengamen. Plus, sikapnya dia yang minta izin dulu itu sangat mencurigakan buat gue. Sikapnya palsu.

Dan kecurigaan gue terbukti. Gue sih kasih dia gopek, and nothing happened. Bahkan kalau nggak salah dia bilang "makasih" juga. Tapi saat itu ada anak sekolahan di depan gue, cewek. Gue lupa anak SMP atau SMA. Tuh anak nggak ngasih dan si pengamennya maksa, bahkan sampai nyodok-nyodok tangan si anak yang lagi baca komik. Akhirnya, mungkin karena dia BT, tuh anak ngasih juga 1000 tapi dengan terpaksa. Dan dia, lagi-lagi gue rasa karena terpaksa, ngasih duit ke pengamennya dengan kasar. And then the worst happened. Si pengamen ngangkat tangannya dan pura-pura mau mukul kepala si anak, then he got off the car.

To be honest, gue agak menyesali kejadian itu. Bagian yang paling gue sesali adalah bagaimana gue diam saja melihat tindak kekerasan semacam itu terjadi di depan gue. I could’ve done something, maybe kick the singer off the car while it’s moving? Bukannya supaya kelihatan heroik, tapi supaya gue konsisten dalam pikiran dan perbuatan gue sendiri.

I felt so pathetic, gue yang selama ini belajar soal justice, perdamaian, dan feminisme dalam wacana pikiran malah nggak berbuat apa-apa dengan tangan gue saat gue bisa disaat kekerasan actually terjadi di depan gue. What happened to me? Was I scared, atau gue cuma menjaga keselamatan gue dengan tidak melibatkan diri dalam perkelahian?

Either way, gue bersumpah bahwa hal seperti itu nggak boleh terulang lagi. Gue harus lebih berani menggunakan tangan gue ketimbang sekedar ngomong. I have to protect the people that I love someday, and I have to learn to be brave

Gue harap praktek kekerasan dan kriminalitas bisa segera berkurang. At least, gue bisa berusaha untuk tidak ambil bagian dalam praktek seperti itu. Untuk semua yang mungkin pernah dikasarin sama gue, gue minta maaf ya…

Feel free to tell me when I’m being rude or my attitude is unpleasent. :)