Surviving the Recession, GUCCI Style!

Sebagai seorang perancang yang relatif muda, Frida Giannini tidak takut untuk membuat pernyataan tegas akan visinya mengenai GUCCI. Sejak memulai debutnya melalui koleksi womenswear Spring/Summer 2006, Giannini tak ragu untuk mengambil alih kendali kreasi, secara aktual dan secara konseptual. Statusnya sebagai Creative Director GUCCI tidak sebatas “hitam di atas putih”, namun juga mewujud secara nyata dalam apa yang ia ciptakan bagi GUCCI selama 4 tahun terakhir ini.

 

Dengan segera Giannini keluar dari bayang-bayang Tom Ford, sang megastar-designer ikonik yang kepergiannya dari GUCCI sangat disayangkan oleh berbagai jurnalis. Dalam usaha menegaskan identitasnya, Giannini mewarnai GUCCI dengan berbagai print cerah yang memberikan para perempuan tampil segar, muda, dan mewah dalam waktu yang sama. Gaun-gaun kreasinya pun memberikan tampilan yang seksi dengan cara yang cerdas dan tidak terkesan … slutty. Semua itu kontras dengan kreasi monumental Ford yang, meminjam istilah Thakoon Panichgul, “oversexed”.

 

Berbeda dengan ilmuwan laboratorium, Giannini telah menyempurnakan formulanya sejak percobaan pertama. Selain permainan print dan tampilan-tampilan yang tidak mengumbar seksualitas, secara konsisten Giannini menghadirkan pilihan ready-to-wear yang actually ready to be worn tanpa perlu membuat kita berpikir “what the … How would I look good in that?!”. Dan koleksi Spring/Summer 2009 ini bukanlah pengecualian. Semua yang ditampilkan di runway September 2008 lalu, dan yang hadir di butik GUCCI favorit anda di Grand Indonesia Shopping Town, begitu masuk akal, wearable, dan dapat diadaptasikan untuk berbagai occasion.

 

Getaway ke Nusa Dua, gathering eksklusif orang-orang terpilih, atau sekadar kunjungan rutin ke Grand Indonesia, you name it, this collection will effortlessly fit you in. Print yang cerah untuk di pantai? Check. Gaun glamor untuk “menampar” sosialita lain? Check. Celana yang nyaman untuk hari yang sibuk? Check. Brand yang dengan setia memberikan anda tampilan distingtif? Check. Semua itu bisa anda dapatkan dari koleksi ini bersama dengan rasa aman dari going out of style.

 

Bila selama ini anda cukup berani untuk tampil eksentrik, jauh dari apa yang digandrungi para fashionista Jakarta, maka mungkin sikap pragmatis Giannini merupakan problem bagi anda. True, Giannini semakin berhasil mencetak personalitasnya pada citra GUCCI, namun ia melakukannya dengan cara yang relatif jauh dari resiko. Selama 4 tahun terakhir, formula Giannini untuk Spring/Summer diaplikasikan secara ketat dan cenderung predictable. Di lain pihak, kreasinya untuk Fall/Winter lebih fluktuatif, seolah ia belum menemukan formula yang tepat untuk musim fesyen yang asing di Indonesia ini.

 

Saya rasa sikap pragmatis Giannini tidak perlu menjadi masalah untuk kita. Pragmatisme sendiri masih dominan dalam kultur kita, termasuk dalam cara kita berbusana. Hal ini semakin mudah dimengerti, terutama di saat semua orang tersentak oleh krisis ekonomi global seperti sekarang ini. Masa resesi ini bukanlah waktu untuk bermain dengan resiko. Krisis kepercayaan terhadap segala sesuatu yang kurang memiliki prospek untuk berhasil dan bertahan sedang melanda dimana-mana. Untuk menghadapinya, kita harus selalu membuat pilihan bijak dan memastikan bahwa hasil yang kita petik adalah maksimal.

 

Koleksi Spring/Summer 2009 GUCCI adalah pilihan yang cerdas dengan value yang maksimal, terutama saat ini. Brand-nya memberikan anda eksklusifitas dari kaum massal, sementara koleksinya tidak membatasi ruang gerak anda pada kesempatan tertentu saja. Saat ekonomi sedang melamban, semua orang harus mengeksplorasi segala kesempatan untuk bisa hidup dengan aman dan nyaman. Every day is getting more significant, and we want to explore each day’s potentials in the most stylish manner possible. How? Jawabannya berbunyi G-U-C-C-I.

 

- Adhi Putra Tawakal -      

One Response to “Surviving the Recession, GUCCI Style!”

  1. Diny Says:

    you should really consider to be a freelance writer for a fashion magazine.

Leave a Reply